Aku Nak Keluar!!!!!

Pada siapa anak kuncinya?

Pada siapa anak kuncinya?

Harga perubahan itu sangat mahal. Siapa saja yang mahu berubah dari keburukan menuju kebaikan, pasti harus membayar harga yang mahal untuk mendapatkannya.

Dia akan diuji dengan pelbagai ujian yang mungkin sedikit menggugah jiwanya di kala ingin melakukan perubahan.

Orang yang paling awal menyedari perubahannya sudah tentulah keluarganya. Kalau dia dahulu bukan seorang Islam, ingin berubah menjadi seorang muslim, sudah tentulah keluarganya terlebih dahulu yang akan menyedari perubahan yang berlaku pada dirinya baik dari segi solatnya, percakapannya, cara berpakaiannya dan sebagainya.

Menjadi muslim di dalam keluarga yang bukan muslim, bukanlah satu perkara yang mudah. Ia harus sedia berdepan dengan pelbagai dugaan dari keluarganya sendiri. Mungkin akan ditohmah, dipandang pelik dan sebagainya.

Hatta, seorang muslim yang dahulunya selalu melazimi diri dengan dosa, selalu meninggalkan solat, selalu melepak dengan kawan-kawan yang tidak baik, tidak pernah bertudung, kalau ingin melakukan perubahan, pastilah akan dipandang pelik pada awal-awal perubahan.

KETAHUILAH ALLAH ADA KETIKA KAMU MUNGKIN DITOHMAH ATAU DISISIHKAN

Kita mungkin akan dipandang sebagai manusia yang pelik.

Menjadi asing dalam keluarga sendiri.

Kehilangan teman dan  kawan-kawan lama, yang selalu melepak dan berfoya bersama-sama dahulu.

Kadang, ibu ayah kita sendiri pula yang tidak sependapat dengan kita. Sudahlah tidak menyokong, malah membantah dan mencaci maki pula. Hari-hari kita seolah-olah hanya dipenuhi dengan herdikan dan kemarahan mereka.

Alangkah terlukanya hati bila ibu ayah kita sendiri begitu. Siapa lagi yang boleh diharapkan ketika tidak ada lagi tempat sandaran dan pergantungan, hatta ibu ayah sendiri, orang yang paling rapat dengan kita pun tidak bersetuju dan tidak menunjukkan sokongan pula kepada kita.

Pastilah ketika itu, dunia terasa begitu asing sekali buat kita.

Tetapi, ketahuilah bahawa ketika semua itu sedang terjadi pada diri kita, Allah sebenarnya ada sedang memerhatikan kita.

Benar. Allah itu ada.

“Habis, kalau Allah itu benar ada, kenapa dibiarkan saya begini? Saya mahu berubah jadi lebih baik. Kenapa Allah tak tolong saya?”

Betulkah sebegitu? Adakah Allah sedang membiarkan kita?

ALLAH TIDAK BIARKAN KAMU SEBENARNYA, TETAPI ALLAH SEDANG BERI KEKUATAN PADAMU

Bukanlah Allah membiarkan kita ketika kita sedang merasa susah menelan pahit maung ujian yang menimpa kita itu.

Ketahuilah, Allah tidak pernah membiarkan kamu apalagi mengabaikan kamu.

Apalagi kita yang sedang ingin berjalan kembali pulang kepada-Nya, lagilah Dia tidak akan membiarkan kita.

Nabi s.a.w. sendiri telah bersabda dalam satu hadis Qudsi yang bermaksud:

“Aku sesuai dengan sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingati-Ku. Apabila dia mengingati-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatinya. Apabila dia mengingatiku ketika di dalam kumpulan manusia, maka Aku pun akan mengingatinya dalam suatu kumpulan mahkluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” [HR Muslim]

Allah tidak meninggalkan kita sebenarnya. Tetapi, melalui kesusahan itu Allah sedang memberi kekuatan kepada jiwa kita.

Bagaimana pula Allah sedang memberi kekuatan sedangkan terasa ujian untuk berubah ini begitu susah sekali?

Ya. Inilah caranya Allah datangkan kekuatan kepada kita. Allah tidak hantar terus selonggok kekuatan macam itu saja. Tetapi, Allah mahu kita berusaha.

Biar dengan usaha menempuh kepayahan itu, kita memiliki jiwa yang cekal dan matang.

Biar dengan usaha meniti kepahitan itu, kita nanti mensyukuri kemanisan harga kekuatan yang kita miliki.

Maka, Allah datangkan ujian supaya dari situ kita mula membina kekuatan yang ada pada diri kita. Mungkin di sepanjang ujian, akan mengalirlah air mata kita menangisi kepahitan-kepahitan ujian. Memikirkan kesepian yang dihadapi dalam kehidupan yang begitu terasing hatta di dalam keluarga sendiri.  Mengenangkan berat dan susahnya untuk menjadi lebih baik sehingga ditohmah dan dicaci sedemkian rupa.

Tetapi, janganlah bersedih. Jangan pernah berputus asa. Sungguh, Allah sedang bersama kita.

“Dan janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” [At-Taubah : 40]

“Dan janganlah berputus asa dan bersedih hati sedangkan kamulah orang paling tinggi jika kamu beriman.” [Al-Imran : 139]

PENUTUP : TERUSKAN, BAHAGIA SEDANG MENANTI DI DEPAN

Bila kamu sudah mula merancang untuk melakukan perubahan, maka teruskanlah.

Jangan gentar dan jangan rebah dengan ujian-ujian di sepanjang jalan.

Allah ada sedang memerhatikan. Allah ada sedang menjadi teman.

Bukanlah setiap masa kita akan terus-menerus diuji dengan kesusahan dan kepayahan. Akan sampai juga satu masa nanti, sekiranya kita bersabar dan terus kuatkan diri, Allah akan memberikan hadiah dan kemenangan kepada kita.

Kalau tidak sekarang atau tidak di dunia sekalipun, Allah telah sediakan ganjaran itu di syurga sana.

Teruskan. Jangan pernah lelah dengan cabaran.

Sampai suatu masa, bilamana kita terus berjuang mendapatkan hak untuk diri kita berada di atas jalan yang benar, maka Allah pasti akan datangkan bantuannya.

“Bilakah akan datangnya pertolongan Allah? Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Terbitan asal di http://langitilahi.com/8528

Himmah : Bila Kamu Mula Rancang Untuk Berubah

Posted by: Afdholul Rahman⁠ Posted date: May 05, 2012⁠ In: Himmah⁠

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s